I must admit that I know
I can not express
what is there today in my heart
love, and like an impossible dream
if I fall in love
I do not know what that means
as real and in front of me
I'm afraid to feel it
let it flow like cold air at night
love can not talk just seemed to touch hearts
let it get carried away by the courage that was unable to say
only love knows that love is alive
I'm only human
are disappointed when injured
and laugh when happy
sharing together
only love can
draw a beautiful life
and vowed to die
become a life partner
PUISI
Senin, 27 Desember 2010
Selasa, 21 Desember 2010
DULU
Sudah berlalu hujan yang tak lebat ini
Saat sore aku berlari mengejar dan jauh
Aku berdiri di situ
Aku melihatmu tersenyum
Tak pantas bila hujan ini kutepis
Kau malah tertawa memanggilku
Aku tersanjung bagaikan hadir sejuknya jiwaku
Aku tertunduk
Saat sore aku berlari mengejar dan jauh
Aku berdiri di situ
Aku melihatmu tersenyum
Tak pantas bila hujan ini kutepis
Kau malah tertawa memanggilku
Aku tersanjung bagaikan hadir sejuknya jiwaku
Aku tertunduk
Senin, 08 November 2010
MENGENANGMU BERJUTA RASA
Mungkin aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata
Mengenangmu berjuta rasa yang akan hadir
Senyuman, tawa, terdiam mungkin ini yang ada
Seperti mimpi kemarin yang hilang saat aku terbangun
Dan ku ukir di dinding halaman jiwaku
Dan bertuliskan Kisah klasikku hanya untuk masa depan
seperti kata SHEILA ON 7
Ingatkan aku akan kalian
Aku mungkin akan lupa, tapi kuusahakan kalian tetap ada
Dan kan ku ceritakan kepada keluargaku nantinya
Lupakan bila kau bisa, kenangkan jika kau ingat
Dan hadirkan dalam mimpi-mimpi dalam malammu
Dengarkan kata-kata ini menyebut nama-nama kalian
Ini akan membuatmu luka, dan bahagia
Ya Sudahlah seperti kata BONDAN PRAKOSO
Semua harus berakhir dan menjadi ujung cerita yang sedih dan bahagia
Aku masih akan ada jika aku tidak mati
Dan kita pasti akan bertemu, jika diijinkan Allah SWT
Maafkan jiak ada khilaf dan salahku
Kita akan mengalir dan menjadi manusia baru, dunia baru
dan kehidupan baru dengan orang-orang yang baru
SELAMAT JALAN TEMAN-TEMAN SESAATKU
08 11 2010
Yusran E Ritonga
Mengenangmu berjuta rasa yang akan hadir
Senyuman, tawa, terdiam mungkin ini yang ada
Seperti mimpi kemarin yang hilang saat aku terbangun
Dan ku ukir di dinding halaman jiwaku
Dan bertuliskan Kisah klasikku hanya untuk masa depan
seperti kata SHEILA ON 7
Ingatkan aku akan kalian
Aku mungkin akan lupa, tapi kuusahakan kalian tetap ada
Dan kan ku ceritakan kepada keluargaku nantinya
Lupakan bila kau bisa, kenangkan jika kau ingat
Dan hadirkan dalam mimpi-mimpi dalam malammu
Dengarkan kata-kata ini menyebut nama-nama kalian
Ini akan membuatmu luka, dan bahagia
Ya Sudahlah seperti kata BONDAN PRAKOSO
Semua harus berakhir dan menjadi ujung cerita yang sedih dan bahagia
Aku masih akan ada jika aku tidak mati
Dan kita pasti akan bertemu, jika diijinkan Allah SWT
Maafkan jiak ada khilaf dan salahku
Kita akan mengalir dan menjadi manusia baru, dunia baru
dan kehidupan baru dengan orang-orang yang baru
SELAMAT JALAN TEMAN-TEMAN SESAATKU
08 11 2010
Yusran E Ritonga
Sabtu, 23 Oktober 2010
TU DIA
Sian ujung ni mata manaili
Mangalakka mangihut hata ni badan
Manuat manguba tanda di tangan
Maribu-ribu sakkal di roha
Tu dia dioban lakka
Mangalusi rura-rura na mamio di bagas ni roha
Madabu ma ilu na ditahan
Madabu ma au tu appang ni roha
Haccit sahit ni namabalu
Sai haccit molo ditahan
Ro hamu maroban hata
Sai tarpangido ma na giot ni mata
17 Januari 2010
TAK PERNAH PERCAYA
Telah lama kita bersama
Jalani hidup dalam duka
Temani aku dalam lelap
Hingga kini kita bernada, bermakna
Tak pernah kau berikan hatimu
Tak pernah ada percaya untukku
Kujaga segalanya yang mampu kubawa
Kutemukan jalan untuk lepas dari masalah
Tapi wajah tersenyum sinis
Matamu tak nyata, hatimu tampak di sini
Kau tak percaya aku hadir
Aku tak tahu lagi apa yang akan kulakukan
09 Januari 2010
SOMETHING
Beranjak dari tidurku yang lelap
Aku melangkah dengan Tanya
Mimpi itu menghampiriku lagi
Aku tak mengerti maknanya
Tak sadar lagi aku memandang
Di depanku aku melihat luapan api yang menjulang
Dia menghantam tubuhku
Paksakan jatuh dari tidurku
Kadang aku terbangun
Kupandang wajahku yang pucat
Kutanya hatiku tentang itu
Hadirnya tak tahu kapan
08 januari 2010
NYANYIAN DALAM RINDU
Bukan aku tak bisa
Hentikan waktuku memandang
Sekejap hatiku berpaling
Nyanyikan kedipan mata yang rindu
Aku bertanya dalam rindu
Aku melangkah dengan teduh
Patut aku meminta hati
Doa untukku yang rindu
Tak bisa mata membohongiku
Aku membuka rasa yang mendidih
Pantas aku merindukanMu
Karena Engkau Tuahanku
05 Januari 2010
DENTUMAN BESAR
Mata begitu lengah memandsng
Bagaikan lengang di pagi hari yang sepi
Dapatku merasa hentakan tubuhnya
Dentuman besar di dalam jantungku
Kini malam mulai memenggil bintang
Laut tenang mengalir panjang
Tak mampu aku menahan hujan ini
Terlalu berat buaian ini
Aku tak mapu menerka hati
Walaupun ia ada di dalam diri
Tak jauh pagi meninggalkan aku
Aku menangis di sini tanpa tepi
17 September 2010
LELAH DALAM MALAM
Bulan masih berkibar di ufuk barat
Bintang masih bernyanyi di pagar langit
Dan kilatan berpencar di tepi langit
Seakan menghantam halaman kerinduan
Aku masih berdiri dengan hati yang dua
Aku bimbang pada malam
Aku padam dengan derita
Aku lelah di perjalanan
Tuangkan damaiku di dalam rindu
Sunyi ini akan berakhir mati
Masih dari dalam hati aku luapkan
Aku benci malam berdandan rapat
20 Agustus 2010
MASIH SAMA
Dulu langit membawa hujan
Aku kering dengan air mata yang mengalir terputus-putus
Lama aku bersama wajahku
Tak sanggup membawa derita dalam hatiku
Jangan lupakan masa lalu yang mengajarimu
Kan hadir lagi membayangi jalanmu
Hingga kau tahu makna kata yang datang
Mampu membagi keindahanmu
05 januari 2010
SAAT KUSENTUH
Hah…………
Memang indah bila memandangnya
Hamparan yang jenuh dengan kabut putih
Jembatan-jembatan kalbu tersusun di sani walau tak terbawa
Ingin kusentuh mega-mega wajahmu yang lembut
Pedih kan jauh ditepis olehmu
Raihlah aku yang lemah di belakangmu
Tunjukkan cintamu dengan kaca bening di hatimu
03 Januari 2010
HENING
Simpul ini telah terlupakan
Jalanpun kian tertatih lemah
Kupaskan kisahku yang kusam ini
Aku tak tahu keheningan ini
Jauh aku melangkah
Kutanya hujan yang menangis
Mengalir menetes di pipi malam
Meluap emosi ini dalam hening
Jangan salahkan aku tanpa Tanya
Patah langkahku, aku manusia yang lupa
Berlabuh di sini tak mengerti
Coba artikan henign ini
02 maret 2010
Sian ujung ni mata manaili
Mangalakka mangihut hata ni badan
Manuat manguba tanda di tangan
Maribu-ribu sakkal di roha
Tu dia dioban lakka
Mangalusi rura-rura na mamio di bagas ni roha
Madabu ma ilu na ditahan
Madabu ma au tu appang ni roha
Haccit sahit ni namabalu
Sai haccit molo ditahan
Ro hamu maroban hata
Sai tarpangido ma na giot ni mata
17 Januari 2010
TAK PERNAH PERCAYA
Telah lama kita bersama
Jalani hidup dalam duka
Temani aku dalam lelap
Hingga kini kita bernada, bermakna
Tak pernah kau berikan hatimu
Tak pernah ada percaya untukku
Kujaga segalanya yang mampu kubawa
Kutemukan jalan untuk lepas dari masalah
Tapi wajah tersenyum sinis
Matamu tak nyata, hatimu tampak di sini
Kau tak percaya aku hadir
Aku tak tahu lagi apa yang akan kulakukan
09 Januari 2010
SOMETHING
Beranjak dari tidurku yang lelap
Aku melangkah dengan Tanya
Mimpi itu menghampiriku lagi
Aku tak mengerti maknanya
Tak sadar lagi aku memandang
Di depanku aku melihat luapan api yang menjulang
Dia menghantam tubuhku
Paksakan jatuh dari tidurku
Kadang aku terbangun
Kupandang wajahku yang pucat
Kutanya hatiku tentang itu
Hadirnya tak tahu kapan
08 januari 2010
NYANYIAN DALAM RINDU
Bukan aku tak bisa
Hentikan waktuku memandang
Sekejap hatiku berpaling
Nyanyikan kedipan mata yang rindu
Aku bertanya dalam rindu
Aku melangkah dengan teduh
Patut aku meminta hati
Doa untukku yang rindu
Tak bisa mata membohongiku
Aku membuka rasa yang mendidih
Pantas aku merindukanMu
Karena Engkau Tuahanku
05 Januari 2010
DENTUMAN BESAR
Mata begitu lengah memandsng
Bagaikan lengang di pagi hari yang sepi
Dapatku merasa hentakan tubuhnya
Dentuman besar di dalam jantungku
Kini malam mulai memenggil bintang
Laut tenang mengalir panjang
Tak mampu aku menahan hujan ini
Terlalu berat buaian ini
Aku tak mapu menerka hati
Walaupun ia ada di dalam diri
Tak jauh pagi meninggalkan aku
Aku menangis di sini tanpa tepi
17 September 2010
LELAH DALAM MALAM
Bulan masih berkibar di ufuk barat
Bintang masih bernyanyi di pagar langit
Dan kilatan berpencar di tepi langit
Seakan menghantam halaman kerinduan
Aku masih berdiri dengan hati yang dua
Aku bimbang pada malam
Aku padam dengan derita
Aku lelah di perjalanan
Tuangkan damaiku di dalam rindu
Sunyi ini akan berakhir mati
Masih dari dalam hati aku luapkan
Aku benci malam berdandan rapat
20 Agustus 2010
MASIH SAMA
Dulu langit membawa hujan
Aku kering dengan air mata yang mengalir terputus-putus
Lama aku bersama wajahku
Tak sanggup membawa derita dalam hatiku
Jangan lupakan masa lalu yang mengajarimu
Kan hadir lagi membayangi jalanmu
Hingga kau tahu makna kata yang datang
Mampu membagi keindahanmu
05 januari 2010
SAAT KUSENTUH
Hah…………
Memang indah bila memandangnya
Hamparan yang jenuh dengan kabut putih
Jembatan-jembatan kalbu tersusun di sani walau tak terbawa
Ingin kusentuh mega-mega wajahmu yang lembut
Pedih kan jauh ditepis olehmu
Raihlah aku yang lemah di belakangmu
Tunjukkan cintamu dengan kaca bening di hatimu
03 Januari 2010
HENING
Simpul ini telah terlupakan
Jalanpun kian tertatih lemah
Kupaskan kisahku yang kusam ini
Aku tak tahu keheningan ini
Jauh aku melangkah
Kutanya hujan yang menangis
Mengalir menetes di pipi malam
Meluap emosi ini dalam hening
Jangan salahkan aku tanpa Tanya
Patah langkahku, aku manusia yang lupa
Berlabuh di sini tak mengerti
Coba artikan henign ini
02 maret 2010
Minggu, 25 Juli 2010
MASIH BERSAMA
Bayangkan kemarahanku yang kau siram saat itu
Meluap hingga aku terluka
Jauh yang kupikirkan, itu jawabanmu
Hentikan derita ini, aku terhampar sedih dalam malam
Dunia ini memnag tak lama
Aku tahu ini hanya gurauanku
Aku sadar keterbatasanku
Padamlah saat ini cintaku padamu
Kau katakan harapkan aku
Itu tak bisa, kau tidak mencintaiku
Aku tak mau dan tak mungkin kau paksakan cintamu
Biarlah aku sendiru, biarlah kau sendiri
Kita masih bersama
Meluap hingga aku terluka
Jauh yang kupikirkan, itu jawabanmu
Hentikan derita ini, aku terhampar sedih dalam malam
Dunia ini memnag tak lama
Aku tahu ini hanya gurauanku
Aku sadar keterbatasanku
Padamlah saat ini cintaku padamu
Kau katakan harapkan aku
Itu tak bisa, kau tidak mencintaiku
Aku tak mau dan tak mungkin kau paksakan cintamu
Biarlah aku sendiru, biarlah kau sendiri
Kita masih bersama
Senin, 19 Juli 2010
SABAR
Mungkin ini sebuah tepian yang padam
Sudah jauh aku membuat salah
Aku tak sadar akan asalku, diriku
Mungkin ini sebuah labuhan yang kandas
Tarian-tarian yang hampa kini kecewa
Indahnya telah hilang
Aku tidak menemukan kesejukan
Namun hatiku yang luka tak mampu melepaskannya
Tapi aku berdiri dengan air mataku
Kuhapus lelah keningku
Aku lupakan keindahan sejenak itu
Aku sudah lepas dari hidupku
Aku lepas ikatan itu
Aku lepas kebahagiaan itu
Aku lupakan kisah sepenggal itu
Aku tegar dalam hadirmu yang pana
190710
Mungkin ini sebuah tepian yang padam
Sudah jauh aku membuat salah
Aku tak sadar akan asalku, diriku
Mungkin ini sebuah labuhan yang kandas
Tarian-tarian yang hampa kini kecewa
Indahnya telah hilang
Aku tidak menemukan kesejukan
Namun hatiku yang luka tak mampu melepaskannya
Tapi aku berdiri dengan air mataku
Kuhapus lelah keningku
Aku lupakan keindahan sejenak itu
Aku sudah lepas dari hidupku
Aku lepas ikatan itu
Aku lepas kebahagiaan itu
Aku lupakan kisah sepenggal itu
Aku tegar dalam hadirmu yang pana
190710
Minggu, 18 Juli 2010
KEMBALI
Terimakasih ya ALLAH
Engkau telah bukakan pintu hatiku
Aku menyesal....
Aku menyesal....
Aku menyesal....
Mereka bilang aku bodoh
Tak ungkapkan isi hatiku
Apa jadinya???
Aku memang bodoh....
Mereka juga bodoh...
Aku ingin kembali seperti dulu
Lugu, bodoh, tertutup
Tak mengenal orang, tak dikenal orang
Dihina, dicaci
Dan tak ada yang simpatik kepadaku
Tapi itu membuatku bahagia
Ini konyol, tapi aku lebih konyol
Jika aku hidup dalam banyangan
Yang bukan diriku, walau indah
Terindah...
Konyol....
Selamat tinggal semua teman sesaatku....
Engkau telah bukakan pintu hatiku
Aku menyesal....
Aku menyesal....
Aku menyesal....
Mereka bilang aku bodoh
Tak ungkapkan isi hatiku
Apa jadinya???
Aku memang bodoh....
Mereka juga bodoh...
Aku ingin kembali seperti dulu
Lugu, bodoh, tertutup
Tak mengenal orang, tak dikenal orang
Dihina, dicaci
Dan tak ada yang simpatik kepadaku
Tapi itu membuatku bahagia
Ini konyol, tapi aku lebih konyol
Jika aku hidup dalam banyangan
Yang bukan diriku, walau indah
Terindah...
Konyol....
Selamat tinggal semua teman sesaatku....
Langganan:
Entri (Atom)